ramadhanTak menyangka, Allah titipkan anak perempuan pada aku dan istri, begitu cepat. Pernikahan kami pada Agustus 2018. Dan dibulan yang sama janin istri isi, dan Mei 2019, sang anak perempuan itu terlahir di Bandung.

Alhamdulillah. Memang kata dia, diwaktu kami menikah, di saat itu, masa-masa suburnya dia. Allahu Akbar, maha pengatur segala sesuatu. Kami diberi kemudahan untuk mendapatkan amanah buah hati. Semoga umat Islam lainnya, juga dimudahkan olehNya mendapatkan momongan yang sholeh/sholehah. Aamiin.

Kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan, dan sepenuhnya yang memutuskan adalah Dia Dzat Yang Maha Kuasa.

Kata orang, cowok, tapi kata dokter cewek

Ya beberapa orang bilang, anak kami nanti cowok. Mereka bilang seperti itu, karena sang anak aktif dan bentuk perut istri seperti cowok. Akhirnya banyak dari orang bilang, anak kami cowok.

Namun saat kami ke bidan langganan yaitu, bidan Farida Agustiani, Amd.keb, untuk USG beliau bilang kalau anak kami cewek.

Peta lokasi bidannya. Bisa dijadikan rujukan

Kami pribadi, tak mempermasalahkan apakah anak kami cewek atau cowok. Sebab itu semua adalah ketentuan Allah. Terpenting, kami meminta padaNya anak yang beriman pada Allah dan RasulNya.

Allah berfirman dalam QS. Asy-Syura: 50:

Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendakiNya dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.

Kamis di bulan Ramadhan

Kamis (9/5) engkau lahir di dunia menyapa ummi, abi, kakek, nenek dan ragam perniknya, dengan senyum menawanmu. Engkau lahir di bulan istimewa, yakni Ramadhan. Bulan penuh ampunan yang lebih baik daripada lainnya. Di bulan ini Alquran turun.

Semoga dengan lahirnya engkau di bulan mulia, tanda dirimu akan jadi pemimpin orang-orang yang beriman.

Kelahiranmu tanda, bahwa statusku telah sah dipanggil abi/bapak. Dan engkau sah aku panggil, “Wahai anakku Aisyah.” Senyum terpancar dari siapa pun ketika engkau lahir. Terutama dari ibumu, dia begitu senang dan tentu bersyukur dengan hadirnya engkau di sampingnya.

Masa penantian dan kesabaran, tertui begitu dirimu lahir dengan kondisi lengkap dan sehat. Alhamdulillah. Semoga Allah selalu melindungi, membimbing ke jalan yang lurus, dan mati dalam keadaan beriman ya sayang. Aamiin

Maafkan abi. Sesungguhnya aku tak banyak lakukan untukmu Aisyah. Ummi yang lebih banyak berikan untukmu. Mulai dari tidur tak nyenyak seperti dulu. Tak bisa bergerak seenak dulu. Makan gak boleh sembarangan, sampai-sampai engkau dijaga betul dari goncangan.

Dari yang biasanya sepedahan ke suatu tempat, jalan cepat, sejak perutnya semakin membesar, jalannya jadi pelan.

Teringat saat kami berangkat ke Daarut Tauhiid, Bandung mengantarkan ummi kerja. Abi sampai kena marah, karena kurang hati-hati dalam membawa motor. Sehingga engkau sedikit tergoncang.

Sejak hari itu, abi jadi lebih hati-hati ketika mengantarkan ummi ke suatu tempat, hehe. Maafkan abi ya Aisyah 😊

Oleh karena itu sayang, melihat perjuangan ummi yang begitu luar biasa.  Maka sudah sepantasnya engkau berbakti padanya.

Rasulullah bersabda, untuk berbakti pada ibumu, ibumu, dan ibumu, baru ayahmu. Itu bukti, bahwa engkau harus mengutamakan bakti padanya daripada ke abi.

Terakhir, semoga engkau menjadi pemimpin orang-orang beriman dalam hal Alquran ya sayang. Kemudian mati dalam keadaan syahid.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here