Desain Pembelajaran Ala Keluarga Syahid

0
30

media pembelajaran keluargasyahid

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Sudah mulai memasuki pekan ke lima yaa..
MaasyaaAllaah semakin kesini pertanggung jawabannya semakin besar.

Kenapa? Karena apa yang kita tulis harus dan kudu bisa diaplikasikan dalam universitas kehidupan ini.Jika tidak, semua yang kita kerjakan akan sia-sia.

“Man Jadda wa jadda”, Bersungguh-sungguhlah dalam berbuat sesuatu. Itu artinya harus bersungguh-sungguh apalagi sebagai seorang Ibu. Benar kan?

Nice Home Work kali ini adalah membuat desiain pembelajaran sebagai seorang ibu.
Desain pembelajaran itu apa?

Berdasarkan hasil googling saya :

Desain bermakna adanya keseluruhan, struktur, kerangka atau outline, dan urutan atau sistematika kegiatan (Gagnon dan Collay, 2001).
Sedangkan desain pembelajaran kisi-kisi dari penerapan teori belajar dan pembelajaran untuk memfasilitasi proses belajar seseorang (Reigeluth, 1983).
Desain pembelajaran juga diartikan sebagai proses merumuskan tujuan, strategi, teknik dan media. Sumber: bahrurrosyididuraisy.wordpress.com.

Dari kedua pengertian diatas Alhamdulillah gambaran untuk merancang desain pembelajaran di universitas kehidupan mulai menemukan start-nya.

Tapi sebenarnya desain ini harus didiskusikan bareng-bareng bersama suami. Tapi berhubung suami sudah kembali bertempur ke Bogor sejak kemarin, jadi saya rumuskan sendiri secara detail dan tertulis apa yang sudah jadi visi-misi keluargasyahid.com, khususnya sebagai ibu.

Komponen desain pembelajaran, esensinya ada empat, yaitu : peserta didik, tujuan, metode dan evaluasi (Kemp, Morrison dan Ross, 1994). Sumber: bahrurrosyididuraisy.wordpress.com

Pertama peserta didik

Ibu adalah madrasah pertama dan paling utama bagi anak-anak. Sebagai seorang ibu yang cerdas dibutuhkan skill khusus untuk bisa menjadi seorang guru dan sahabat yang baik untuk anak-anaknya.

Karena jika seorang anak tidak merasa nyaman dengan didikan ibunya, alhasil sang anak pun tidak akan mudah menyerap ilmu yang kita berikan. (Ternyata menjadi seorang ibu itu butuh skill khusus yaa.) 😅

Alhamdulillah, beberapa hari yang lalu, tepatnya kapan saya lupa, Allah menjodohkan saya dengan link youtube berikut ini.

MaasyaaAllah, pemateri luar biasa menurutku, orang sunda juga, jadi pembawaannya seruu. Jadi kepengen ikut seminarnya.

Baik, kembali ke laptop. Link di atas semoga bisa bermanfaat yaa 😊, karena serasa menemukan harta karun yang tak ternilai.

Pendidikan janin dalam kandungan. Ternyata janin pun dapat diajarkan berbagai macam ilmu. Baik itu matematika, huruf abjad, huruf hijaiyah, bahkan biologi.

Metode yang disampaikan Dra. Euis Sufi Jatiningsih (jika sudah menonton yaa) ini pas sekali dengan saya yang sedang hamil Kakak 7 bulan. Jika selama ini hanya konsisten dengan memutarkan murrotal juz 29 dan 30, kami tambah dengan metode ini. Alhamdulillah, sekarang Kaka Hafidz sudah diajari 3 huruf hijaiyah, ا، ب، ت 😁

Setiap diajari pasti selalu respon. Dan itu buat ibunya ketawa-ketawa sendiri.

Ehh malah curhat. Lanjut ke yang kedua.

Kedua tujuan

Sesuai dengan visi misi keluargasyahid.com, salah satunya adalah :

  • Membentuk keluarga yang Islami, dan Qur’ani.
  • Mencetak generasi-generasi Haamilul Qur’an.

Maka, peran seorang ibu yang luar biasa sangat penting. Untuk menjadi luar biasa dibutuhkan :

📝 Target : Keluarga yang Qur’ani
📒 Ilmu : Membaca buku-buku ilmu dan sejarah, Kajian, Workshop, banyak bertanya, Sharing, ikut Institute Ibu Profesional, dan lain-lain.

 

🔑 Niat : Luruskan niat karena Allah. Karena segala sesuatu tergantung niatnya.
💪 Mujahadah : Target tanpa mujahadah akan sia-sia. Konsisten dan All Out dalam melakukan segala sesuatu, insyaaAllah akan terwujud
😉 Sabar dalam mendidik
Ingat bahwa anak adalah amanah Allah yang terbesar. Saya menemukan tips melatih kesabaran seorang ibu di instagram.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Afrakids|Jilbab Elthof|Mukena (@mumtaz.id) on

Ketiga metode

Metode atau cara yang kami anggap jitu untuk mendidik anak-anak kami adalah :

  • Menjauhkan anak dari pergaulan yang tidak terkontrol.
  • Menjauhkan anak dari musik-musik yang tidak bermanfaat. Alhamdulillah sejak awal menikah kami sepakat dan sudah menerapkan ilmu pendidikan Qur’ani dari Ust.Adi Hidayat untuk 24 jam non stop Murrotal Al-Qur’an.
  • Membuat anak senang membaca. Caranya bagaimana? Penuhi seluruh kamar dengan buku-buku, baik itu buku tentang ilmu, sejarah, dan terutama anak-anak. Semoga setelah Kakak lahir bisa beli buku-buku anak yang paketan itu lhoo, seperti buku Little Abid atau yang terbitan Aqwam. Isinya tentang kisah-kisah nabi dan lain-lain.
  • Menjauhkan anak dari gadget. Adapun jika harus pakai gadget, akan diperkenalkan tentang video-video yang mendidik.
  • Menstimulus anak dengan Al-Qur’an. Mulai hafalan sejak dini.
  • List daftar sekolah islami. Saya dan suami sudah punya 3 list tempat sekolah yang akan dijadikan tempat Kakak sekolah nanti. Diantaranya : Kuttab Al-fatih (Untuk Sekolah Dasar), Daarul Arqam Muhammadiyah Garut (untuk SMP dan SMA) , dan dari situ semoga Kakak bisa dapat beasiswa ke Madinah/Kairo, atau tempat ketiga yang baru kemarin suami dapatkan infonya, yakni Wadi Mubarok di Bogor. Jika dilihat langsung dari profilnya tempat tersebut sudah dapat lisensi langsung dari Arab lhoo.. MaasyaAllah
  • Metode bermain sambil belajar. Artinya saya harus bisa kreatif agar sang anak tidak merasa jenuh saat belajar.
  • Belajar Indoor dan Outdoor. Dengan outdoor saya dan suami bisa mengajarkan sedikitnya ilmu Tauhid tentang penciptakan Allah secara luas, dan juga nanti InsyaAllah akan ada games-nya untuk anak. Jadi tidak hanya sekedar jalan-jalan. Tapi ada hikmahnya juga.

Untuk sementara, mungkin 8 metode dulu yang akan saya terapkan untuk mewujudkan cita-cita itu.

Empat evaluasi (muhasabah)

Seorang ibu harus bijak juga kan ya dalam mendidik anaknya? Jangan kekeuh harus dan kudu si anak mengikuti kemauan ibunya. Dengan mengajaknya bicara, ngobrol santai dan memperhatikan karakter anak mungkin bisa jadi bahan evaluasi saya selama menjadi ibu.

“Apakah dia nyaman atau tidak dengan cara saya mendidiknya?”

“Apakah anak saya tipe pembelajar yang visual, auditori, atau kinestetik?”

“Apakah anak saya stress kalau saya ajak terus belajar?”

Kemudian , jika semua pertanyaan diatas jawabannya sesuai dengan hati sya, maka Alhamdulillah. Saya akan mengujinya dengan memberikan beberapa tes kecil-kecilan, bisa dengan memberikan pertanyaan todongan, artinya tidak direncanakan secara sistematis atau melihat antusiasnya terhadap belajar.

Serta untuk meemberikan motivasi tentunya akan berlaku reward dan punishment terhadap apa yang dia lakukan.

Terakhir, jangan lupa berdoa agar desain pembelajaran ini bisa berjalan dengan baik! Sejatinya manusia itu hanya bisa berencana, tetap Allah yang tentukan. Semoga sesuai dengan hatapan dan terpenting adal bisa istiqamah 😍💪

BismillaahiAllaahuAkbarr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here