Jumat Kami Dipersatukan oleh Allah Nak

Syahid, abi mau cerita sedikit tentang pernikahan kami.

Kami dipersatukan oleh Allah pada Jumat (24/8) di Kab. Bandung.

Tahukah kenapa abi memilih Jumat?

Abi memilihnya karena dalam satu Ahad, Jumat adalah hari besarnya umat Muslim. Amalan di hari itu, dilipat gandakan oleh Allah. Serta pada sore hari menjelang matahari tenggelam, adalah waktu mustajabah untuk berdoa padaNya.

Selain itu, Abi ingin tiap Ahadnya, kami mengingat akan rahmat Allah ini. Kesimpulannya, kami ingin pernikahan ini diberkahi, dilindungi, dan dituntun oleh Allah. Aamiin.

Tanpa rahmatNya, jelas kami tak akan bersama Nak. Juli 2018 kami mulai bertukar CV, kemudian Agustus 2018 kami sah sebagai suami istri.

Alhamdulillah, Allah mudahkan segala sesuatunya. Tak terbayangkan sebelumnya, jika bisa menikah secepat ini. Ini tulisan yang abi persembahkan di hari spesial itu, “Menikahimu dengan Sederhana.

Ummimu tiga bulan sebelumnya berkata, bahwa tiga bulan lagi dirinya akan menikah. Sedangkan Abi, pada September 2017 pernah menulis “Aku Nikah 2018.” Alhamdulillah Allah kabulkan doa kami.

Abi juga berasal dari Kota Batu, Jawa Timur. Merantau pada Februari 2018 untuk mengikuti salah satu program Daarut Tauhiid yaitu SSG (Santri Siap Guna). Abi dan ummi ternyata satu angkatan yaitu SSG 35. Cerita lengkap tentang SSG, Syahid bisa baca di kumpulan tulisan SSG atau buku Lautan Hikmah.

Dipelatihan tidak saling kenal dan bertemu. Tapi baru dipertemukan lewat pertukaran CV melalui murrobi.

Ternyata rencana Allah itu sungguh indah Nak. Perjalanan ke Bandung, sebagai salah satu skenarionya mempertemukan abi dengan sang pujaan hati. Alhamdulillah.

Sampai sini, semoga kamu bisa ambil pelajaran bahwa Allah itu Maha Baik dan perencana terbaik Nak. Dia tak akan sia-siakan doa hambaNya. Dia memberi yang dibutuhkan oleh hambaNya di waktu dan kondisi tepat.

Maka kita sebagai hambaNya, wajib untuk selalu berprasangka baik padaNya. Wajib untuk memasrahkan kepadaNya. Sebab Dia lebih tahu yang terbaik buat kita.

Sedangkan kita, tidak tahu apa-apa. Kita lemah dan butuh banget dengan pertolongan Allah.

Sampai sini, kamu sudah mengambil sebuah perjalanan berhargakah Nak? Alhamdulillah… pesan kami, jangan pernah setukan Allah dengan segala sesuatunya! Selalu dekatlah denganNya kapan pun, di mana pun, serta dalam kondisi apa pun! Jangan pernah lepas setiap harinya membaca Alquran!

Insyaa Allah engkau akan selalu dibimbing, dijaga, dan dituntun olehNya nak.

Salam cinta dari abi dan ummi 😊

Tinggalkan komentar