Menjadi Ibu Manajer Keluarga Andal

0
25

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Alhamdulillah sudah memasuki pekan ke 6, dengan materi tentang “IBU MANAJER KELUARGA ANDAL.”

Pertama kali yang terlintas dalam pikiran saya adalah KELUARGA ANDAL. Kenapa ya ? pernah mendengar kalimat ini kan “dibalik kesuksesan suami ada istri yang hebat.”

Jadi berpikir tentang bagaimana peran seorang istri dalam kehidupan rumah tangganya. Istri yang seperti apa yang dimaksud? Pastinya seorang istri yang andal dalam mengelola rumah tangga, mengurus, mendidik, mendampingi anak-anak, dan lain-lain. Dan jika dipikir-pikir ternyata menjadi seorang istri sekaligus ibu bukan sebuah pekerjaan yang mudah. Sama seperti ibu-ibu pekerja diluar disana. Harus menunaikan 3 amanah sekaligus. MaasyaAllah

 

Merenungi kutipan dari materi ke 6.
Tentang apakah motivasi kita bekerja di rumah?

  1. Apakah masih “ASAL KERJA,” menggugurkan kewajiban saja?
  2. Apakah didasari sebuah “KOMPETISI, ” sehingga selalu ingin bersaing dengan keluarga lain?
  3. Apakah karena “PANGGILAN HATI,” sehingga Anda merasa ini bagian dari peran Anda sebagai khalifah?

Dasar motivasi tersebut akan sangat menentukan action kita dalam menangani urusan rumah tangga.

  1. Kalau anda masih “ASAL KERJA” maka yang terjadi akan mengalami tingkat kejenuhan yang tinggi, anda menganggap pekerjaan ini sebagai beban, dan ingin segera lari dari kenyataan.
  2. Kalau anda didasari “KOMPETISI”, maka yang terjadi anda stress, tidak suka melihat keluarga lain sukses
  3. Kalau anda bekerja karena “PANGGILAN HATI” , maka yang terjadi anda sangat bergairah menjalankan tahap demi tahap pekerjaan yang ada. Setiap kali selesai satu tugas, akan mencari tugas berikutnya, tanpa MENGELUH.

Ternyata, motivasi saya masih belum lurus, banyak mengeluhnya dan jauh dari seorang istri/ibu manajer keluarga yang handal. Bismillah, harus mujahadah !

Baik, NHW kali ini harus menuliskan 3 aktivitas yang paling penting dan tidak penting. Setelah bermuhasabah mengarungi rutinitas setiap hari, sebagai istri atau calon ibu bekerja, yang rata-rata menghabiskan waktunya sekitar 9 jam di ranah publik. Maka saya merumuskan tiga aktivitas penting yang sedang dijalani saat ini :

1. Beribadah, PDLT ( Perbaiki Diri Lakukan yang Terbaik), dan Belajar

Alhamdulillah sebelum mengikuti Institut Ibu Profesional, saya berprinsip bahwa sebelum shubuh sampai jam 06.00 ( biasanya berpatokan sampai streaming MQ pagi selesai ) dan ba’da Maghrib-Isya khusus waktunya berdua-duan dengan Allah. Diisi dengan membaca Al-Qur’an, nonton ceramah di sela-sela waktunya, dan bermuhasabah.

Kata-kata motivasi yang menjadi pegangan :
“Dahulukan Allah maka Allah akan mudahkan segala urusannmu.”
“Jangan menyempatkan waktu untuk Allah, Itu tidak sopan.
Tapi sempatkan waktu untuk Allah.”
“Bekerja adalah untuk menunggu waktu Shalat.”

2. Mengurus pekerjaan domestik dan menunaikan kewajiban seorang istri.

Walaupun masih tinggal bersama mamah dan bapak, tetap saja jangan menjadikan diri terus mengandalkan mereka, contohnya untuk makan. Meski awal-awal masih suka di sediain mamah, tapi Alhamdulillah akhir-akhir ini sudah mulai menyediakan sendiri dan belajar masak juga. Maklum memang biasanya dimasakin, jadi kalau masak seadanya, tapi sekarang sudah mulai belajar. Dan Alhamdulillah suami tidak pernah mengeluh sedikit pun. Heheehee

3. Bekerja. Karena situasi dan kondisi saat ini masih berstatus istri Sandi Iswahyudi dan Santri Karya DT, maka bekerja sudah menjadi amanah ketiga yang harus ditunaikan setelah amanah menjadi seorang hamba Allah dan domestik.

Selain 3 aktivitas penting diatas, ada 3 aktivitas tidak penting yang harus dihindari menurut saya, yakni :

  1. Jangan mengerjakan hal-hal yang sia-sia. Contohnya berselancar dengan media sosial tanpa tujuan yang jelas. Seperti scrol-scrol instgram, baca-baca status orang yanh tidak bermanfaat, bahkan lihat-lihat barang di aplikasi shopping yang sebenarnya bukan kebutuhan premier. Sekarang kan serba praktis ya, serba mudah diakses jadi jangan sampai fasilitas yang ada dizaman sekarang melalaikan kewajiban-kewajiban kita sebagai hamba Allah, ibu yang bekerja di ranah domestik, atau punya amanah di ranah publik.
  2. Berkumpul yang tidak jelas. Saya pribadi dari dulu memang tidak suka banyak kumpul. Bukan apa-apa, saya pribadi lebih menghindari hal-hal yang dapat menjatuhkan diri ke dalam kemaksiatan. Contoh kecil adalah ghibah.
  3. Menonton TV dan mager. Kedua aktivitas ini kadang sulit untuk dihindari, biasanya suka lupa waktu. Tapi Alhamdulillah untuk menonton TV sudah bisa dikendalikan. Kantun magerna nu teu acan tiasa dikontrol teh. (tinggal mengontrol magernya). Khusus saya pribadi, mager adalah penyakit terberat saat ini, harus banyak berjuang melawan hawa nafsu tersebut karena jika tidak akan sulit untuk melakukan aktivitas lain.

Kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time.

Dari pemaparan rutinitas diatas kandang waktu yang diberikan adalah bangun minimal jam 4.00 – 6.00 untuk mengerjakan rutinitas penting nomor 1 dan 2, yakni beribadah dan menyempatkan waktu beberapa menit untuk membereskan pekerjaan domestik. Dari pukul 08.00 ke atas sampai pukul 17.00 berada di ranah publik. Bekerja Senin-Jum’at, Alhamdulillah di Daarut Tauhiid banyak belajarnya daripada bekerjanya. Kenapa ? karena sebelum bekerja mengaji dan membahas kitab Minhajul Muslim sampai pukul 08.00. Setiap Rabu pagi sampai jam 9.00 kajian khusus sankar muslimah. Jum’at pagi sampai jam 9.00 kebersamaan seluruh santri karya di masjid/Dome Central V bersama KH.Abdullah Gymnastiar, siangnya ada halaqah juga bersama Ustdzah Siti Sumarni.

Ba’da maghrib – Isya khusus juga untuk point rutinitas penting nomor 1, sedangkan yang domestik hanya selingan, biasanya malam hari sebelum tidur, pagi-pagi atau dihari libur.

Adapun jadwal harian yang sudah berjalan, kurang lebih seperti ini, misal jadwal harian di hari Rabu :

04.00 – 05.45 : Bangun, shalat shubuh dan mengaji
05.45 – 06.40 : pekerjaan domestik dan prepare
06.40 – 07.25 : perjalanan ke kantor
07.30 – 09.00 : kajian sankar Muslimah
09.00 – 11.45 : Menunaikan amanah sebagai staff akunting.
11.45 – 13.00 : Ishoma dan isi dengan belajar apapun itu.
13.00 – 15.00 : Kembali bekerja
15.00 – 15.35 : Persiapan Shalat Ashar berjamaah
15.35 – 16.00 : Mengaji dan al-matsurat
16.00 – 16.40 : Bekerja dan persiapan pulang
16.40 – 17.50 : Tiba dirumah.
17.50 – 19.30 : Istirahat sebentar, shalat maghrib, mengaji/belajar sambil menunggu Isya.
19.30 – 20.30 : Aktivitas bebas dan tidur.

Berikut secara kasar atau penjabaran waktu rutinitas setiap hari Rabu. Namun tidak selamanya sama, artinya masih bersifat kondisional. Tapi secara umum kurang lebih begitu. Semoga Allah Istiqamahkan.

Point penitngnya adalah rutinitas apapun dikerjakan harus berlandaskan karena Allah agar selalu bernilai pahala. Mungkin ketika kakak hafidz lahir perencanaan waktu dengan rutinitas tersebut akan berubah total. Tetapi sebagai ibu tadi yang telah disampaikan harus bisa menjadi IBU MANAJER KELUARGA HANDAL. Artinya harus bisa memanage waktu kan ?
Bismillah…. Harus bisa manaje waktu lagi dan komitmen dengan prinsip yang sudah dibuat. Harus terus mengaca dan komitmen dengan NHW sebelum-sebelumnya nih. Bismillah yaaaa !!

Perbaiki Diri dan Lakukan yang Terbaik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here