Nice Home Work 4 IIP Bandung

0
34

Bismillaahirrahmaanirrahiiim..
Pekan keempat di program matrikulasi ini materinya sangat luar biasa, yakni tentang “Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah”.

Kalau saya googling, menurut ibn al-Qayyim dan ibn al-Katsir, karena fatir artinya menciptakan, maka fitrah artinya keadaan yang dihasilkan dari penciptaannya itu.

Dan kalau nanya ke suami bahwa fitrah itu adalah bawaan sejak lahir. Bahkan sejak dalam kandungan pun fitrah seorang manusia adalah untuk beribadah kepada Allah.

Jadi, ketika merenungi dari kedua arti fitrah diatas adalah kita harus sadar sebenar-benarnya bahwa seorang manusia apalagi seorang wanita yang suatu saat akan jadi seorang istri dan ibu harus pandai menemukan fitrahnya. Jangan sampai lupa apalagi meninggalkan fitrah yang sesungguhnya.

Oke, Nice Home Work di pekan keempat ini sangat berkaitan erat ternyata dengan Nice Home Work dipekan-pekan sebelumnya.
Saya jadi semakin tercambuk dan terpacu untuk terus semangat dan jangan sampai down apalagi putus ditengah jalan.

“Ingat dengan niat awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.”
Untuk menjadi lebih baik tentu tidak mudah, perlu perjuangan yang mengiringinya.

Di Institute Ibu Profesional-lah salah satu wadahnya. Jarang-jarang ada perkuliahan yang membahas soal kehidupan rumah tangga sedetail dan sesantai ini.

Balik ke NHW 4. Saya baca dan cermati 7 point penting yang harus dilakukan.

Pertama, melihat kembali jurusan ilmu yang telah di kerjakan di Nice Home Work #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?

Saya menambah satu ilmu lagi yang harus di-mujahadah-in untuk menunjang jurusan ilmu menulis, yakni Tazkiyatun Nafs. Karena jika tanpa ilmu itu, saya rasa akan terus terjebak dengan hawa nafsu dan keinginan yang tidak bisa dikendalikan. Jadi dengan adanya ilmu Tazkiyatun Nafs, semoga jurusan ilmu menulis yang saya pilih bisa terus berjalan dengan berlandaskan niat yang kuat.

Sebab, pengelolaan hati yang lurus tanpa adanya paksaan dari siapapun buatku itu sangat penting sekali. Kenapa ? karena kalau salah niat jurusan ilmu yang dipilih tidak akan bertahan lama dan memberikan manfaat yang besar. Yang ada hanya sekedar ilmunya saja.

Bismillah… Tazkiyatun Nafs dan Menulis.

Point kedua, melihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sPoint keempat, yakni setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut. ekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Belum konsisten. Management waktu dan niat itulah seperti yang saya katakan di point ke 1, tazkiyatun nafs, yang diantaranya ilmu tentang hati atau melawan hawa nafsu. Maka terlalu banyak alasan untuk tidak mengerjakannya. Jika kata gurunda Aa Gym mah, “jika salah mengaku salah, jangan banyak alasan, karena kalau banyak alasan hal itu akan meperjelas kesalahan.”

InsyaaAllah, dengan NHW ke 4 ini serta mendapat pencerahan juga dengan e-bulletin NHW#2 yang teteh fasilitator berikan kemarin, MaasyaAllah, Jazakumullohukhoiir, saya bisa menemukan aplikasi yang memudahkan untuk membuat cheklist dengan mudah dan praktis.

Alhamulillah. Aplikasi Tool Habbit Tracker yang disarankan oleh salah satu matrikan asal Banyumas bernama Supriyani, sudah terinstal. Hatur nuhun pisan. Akhirnya ku menemukanmuu… hehe

Semoga tidak ada lagi alasan tidak membuat checklist. Paksakan dan lakukan. Sepele tapi sangat berpengaruh besar untuk beberapa tahun ke depannya.

Point ketiga adalah membaca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.

InsyaAllah sudah. Bersyukur mempunyai suami yang peduli dengan dakwah. Walau hanya lewat tulisan, tapi niatnya untuk berbagi sangat tulus sekali. Di usia yang ke 24 tahun ini, Allah tak hanya mempertemukan aku dengan si dia, tapi juga dengan Institute Ibu Profesional.

Jadi tidak ada kata terlambat untuk terus mematangkan diri mengambil peran hidup yang sesungguhnya.

Setelah hijrah beberapa tahun lalu, saya merasakan ketenangan dan kehangatan berkumpul dengan orang-orang sholeh. Banyak keajaiban yang Allah berikan saat pertama kali saya hijrah. Mulai dari pekerjaan, teman, penampilan, ilmu, rezeki, waktu ibadah, dan banyak yang lainnya. Salah satunya adalah tazkiyatun nafs. Ilmu ini sepertinya akan terus dan sangat wajib dipelajari oleh setiap muslim/ah. Allah memberikan ketenangan dan terus membimbing saya untuk mengelola hati agar perlahan-lahan menjauhkan diri dari segala macam penyakit hati. Mulai dari yang gampang emosian dan kurang sabaran, sekarang Alhamdulillah bisa lebih menurunkan ego itu.

Nah, dari situlah saya sebenarnya ingin banyak berbagi pengalaman tentang hijrah ini. Sampai akhirnya saya menemukan jodoh yang hobi banget sama menulis. Jadinya, Allah seperti menunjukkan bahwa pengalaman ini jangan untuk diri sendiri. Sudah waktunya untuk berbagi. Untuk itu saya akan terus belajar dan melawan paradigma “tidak bisa”, yang sudah bersarang di benak menjadi “aku pasti bisa”.

Kalau kata Ustadz Felix mah “ Bisa karena terbiasa.” Jadi, dalam hal ini saya meminta bantuan suami untuk menjadi pembimbing agar dapat menumbuhkan “kebiasaan” menulis itu.

Misinya kenapa memilih ini adalah merubah peradaban lewat karya. Baik dalam peradaban kehidupan berumahtangga, mendidik anak, sampai kepada hubungan sosial.

Bidang yang diambil adalah Tazkiyatun Nafs dan Menulis. Terdiri dari fasilitator atau sebagai orang yang menginspirasi, baik dalam karakter (sepertinya berat kalo dari karakter dan perlu banyak mujahadah.hhhh) maupun tulisannya.
Peran yang diambil adalah sebagai penulis atau blogger.

Point keempat, yakni setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar mendongeng dan pengasuhan anak.
2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga, ilmu tentang kepekaan.
3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar blogger, cara-cara membuat blog yang baik, kemandirian finansial, kreativitas, seni.
4. Bunda Shaleha : Ilmu untuk peka terhadap hikmah disekitar dan membagikannya kepada orang lain melalui tulisan.

Kelima, menetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

KM 0 – KM 1 ( 2019 – 2020 ) : Menekuni dan konsisten ( Mujahadah yang kuat ) untuk memahami ilmu Bunda Sayang.
KM 1 – KM 2 ( 2021 – 2022 ) : Pembiasaan dan peningkatan konsistensi setiap ilmu yang ada di Bunda Cekatan.
KM 2 – KM 3 ( 2023 – 2024 ) : Memahami dan terus upgrade diri ilmu-ilmu di Bunda Produktif.
KM 3 – KM 4 ( 2025 – 2026 ) : Mujahadah yang kuat dan luruskan niat untuk istiqamah menjalankan ilmu dan targetan yang ada di Bunda Shaleha.

Dari keempat KM tersebut, maka tepat di usia yang ke – 32 tahun saya harus bisa mewujudkan semua misi yang pada tanggal 25 Februrari pukul 22:16 ini saya buat dengan penuh harap dan permohonan kepada Allah yang Maha membolak-balikkan hati manusia, semoga terus Allah bimbing dan Istiqamahkan. Karena tanpa pertolongan-Nya ini semua tidak akan pernah terwujud. Serta tanpa kesungguhan hati untuk berubah Allah pun tidak akan merubahnya (QS. Ar-Raad ayat 11). Ikhtiarnya adalah melawan malas, hawa nafsu dan terus memprogramkan diri setiap hari minimal 2 jam untuk mendedikasikan seiap program agar lebih nyata dan berdampak, perbanyak berdoa dan mendekat kepada Allah.

Keenam. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.

Saya sudah install aplikasi Tools Habbit Tracker, Insyaa Allah akan saya cantumkan ulang semua yang ada di NHW#2 yang asalnya di excel berpindah ke aplikasi ini.

Terakhir adalah lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Semoga Allah Istiqamahkan dan mudahkan ikhtiarkan saya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here