keluarga syahid institut ibu profesionalMateri kali ini adalah Bunda Sebagai Agen Perubahan.

Yaps.. ingat bahwa semua berawal dari rumah.

Pernah dengar kan bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya.

Segala sesuatu yang di ajarkan tergantung dari pendidikannya dari dalam. Yakni ibunya.

Setelah mempelajari materi dari matrikulasi pekan ke-9 ini. Saya semakin sadar bahwa peran seorang wanita untuk keluarga , lingkungan, bahkan suatu negara pun, seorang wanita mempunyai peran yang sangat penting.

Passion + Emphaty = Social Venture

Jika rumus diatas dikaitkan dengan NHW-NHW sebelumnya maka :

= Lihat dalam diri passion apa yg dimiliki =

“Saya lebih tertarik dengan HandyCraft dan Berjualan”

= Hard skill dan soft skill yang dimiliki =

“Kelihaian tangan dalam berkreasi, fast learner, senang dengan creativity, dan komunikatif”

ISU SOSIAL

– Jika dilihat dengan lingkungan sekitar, banyak yang tidak sadar dengan pendidikan kreativitas khususnya handycraft.

Jadi kerap kali jika pulang kerja menemukan barang-barang yang dibuang sembarangan. Padahal jika diolah dengan kreatif bisa membuat gairah/semangat menjaga kebersihan dan keelokan sekitar.

Salah satunya dengan kreativitas itu sendiri. Bahkan dengan hal ini bisa juga hasilnya dijual untuk menambah penghasilan.

– Anak-anak yang banyak sekali berkumpul tidak jelas saat waktu-waktu tertentu. Bermain dengan hal-hal yang menurut saya mempunyai dampak yang buruk kedepannya.

GERAKAN SOSIAL

Untuk mewujudkan gerakan sosial secara meluas tentu harus dimulai dari sendiri dan keluarga. Ketika diri ini sudah terjun dengan konsisten menjalankan passion yang dimiliki.

Semoga kedepannya bisa membantu menggerakkan para ibu-ibu sekitar rumah untuk turut aktif dalam kreativitas lingkungan dengan mengadakan pelatihan softskil, misalnya. Atau minimal mereka sadar bahwa sampah-sampah rumah tangga tidak semuanya bisa dibuang.

Sebagiannya bisa kita buat handycraft yang mempunyai nilai jual tinggi yang dan bisa menambah wawasan masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Gerakan ini bisa juga diaplikasikan kepada anak-anak. Bermain sambil belajar. Fitrahnya anak-anak memng suka bermain. Tapi dari situlah peran seorang ibu yang punya kreativitas tinggi sangat dibutuhkan.

Bagaimana sang anak bisa belajar tapi dengan pola yang mereka sukai. Sehingga kita bisa bentuk pola pikir kepada mereka bahwa belajar itu menyenangkan.

Alhamdulillah.

Semangaattt. Tidak terasa ini adalah NHW terakhir selama matrikulasi di Intstitute Ibu Profesional.

Semoga bisa lebih bermanfaat lagi untuk orang banyak. Terimakasih Institute Ibu Profesional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here